true hospitality for your ticket service

AIRLINES

PT. Indonesia AirAsia merupakan kerjasama gabungan dengan maskapai berbiaya rendah yang terkemuka Asia Tenggara, AirAsia Berhad – yang memiliki 49% sahamnya. Indonesia AirAsia diluncurkan kembali pada tanggal 8 Desember 2004 sebagai maskapai penerbangan berbiaya hemat dan mengusung konsep yang sama dengan Grup AirAsia. Indonesia AirAsia hadir dengan harga terjangkau dan konsep “tanpa embel-embel” (tanpa tiket, tempat duduk bebas dan tanpa penyediaan makanan).
Indonesia AirAsia sekarang telah mengoperasikan sebelas armada Boeing 737-300 yang melayani delapan rute domestik, yaitu dari Jakarta ke Medan, Padang, Pekanbaru, Denpasar (Bali), Balikpapan, Surabaya, Batam dan Solo, serta lima belas rute internasional dari Jakarta, Bandung, Bali, Medan, Padang, Pekanbaru, Surabaya ke Kuala Lumpur (Malaysia), dari Jakarta ke Johor Bahru, Bangkok, Kota Kinabalu, Kuching dan Penang, dari Medan ke Penang (Malaysia) dan dari Bali ke Kota Kinabalu dan Kuching. Hingga akhir tahun 2007, Indonesia AirAsia telah menerbangkan lebih dari 4,3 juta tamu.
Bagi Indonesia AirAsia keselamatan penumpang merupakan hal terutama. Indonesia AirAsia selalu mengedepankan keselamatan penumpang beserta awak pesawat dan pilot. Tidak hanya saat di udara, tetapi juga saat pemesanan, check-in , boarding , terbang, hingga tiba di tempat tujuan. Indonesia AirAsia mempercayakan seluruh perawatan armadanya di Garuda Maintenance Facilities (GMF). Di tempat tersebut, dilakukan pemeriksaan rutin dan pemeriksaan pemeliharaan tingkat rendah “A” check, hingga pemeliharaan tingkat tinggi “C” check.
Indonesia AirAsia akan terus melakukan pengembangan serta penambahan armada untuk memenuhi antusiasme masyarakat terhadap hadirnya maskapai dengan konsep Low Cost Carrier (LCC) yang aman dan nyaman di Indonesia. Kami ingin semua masyarakat Indonesia, baik tua-muda, balita-lansia, sehat maupun cacat merasakan terbang dengan nyaman dan aman menggunakan Boeing 737-300 Indonesia AirAsia yang berkursi empuk dan mewah serta lorong kabin yang ditebari karpet merah.

Sejarah

PT. Indonesia AirAsia (dahulu dikenal sebagai PT. AWAIR Internasional) dibentuk pada September 1999 sebagai perusahaan swasta lokal di Indonesia. Segera setelah itu, PT. AWAIR International diambil alih oleh sekelompok investor swasta yang dikepalai oleh Unn Harris dan Pin Harris yang kemudian secara penuh mengelola seluruh perusahaan sejak Maret 2000. AWAIR mengadopsi model bisnis maskapai penerbangan dengan pelayanan penuh dengan beragam kelas dan pelayanan cabin yang lengkap.
AWAIR memperoleh ijin bisnis penerbangan udara berjadwal pada Mei 2000, dua armada A310-300 diantarkan ke AWAIR. AWAIR meluncurkan penerbangan perdananya dari Jakarta Ke Surabaya, Medan, dan Balikpapan pada Juni 2000. Pada Desember 2000, AWAIR menambah armada A310-300 yang ketiga dan kemudian membuka rute dari Jakarta ke Singapura, Denpasar dan Ujung Pandang.
AWAIR secara bertahap menurunkan kegiatan operasinya pada awal 2001 karena ketatnya kompetisi di Indonesia mengikuti kebijakan sektor penerbangan Indonesia. P ada pertengahan 2004, AA International Limited (“AAIL”), sebuah perusahaan yang 99.8 % sahamnya dimiliki oleh AirAsia Berhad, menunjukkan ketertarikannya terhadap AWAIR dan memulai pembicaran dengan para pemegang saham AWAIR untuk mengambil alih 49 % saham AWAIR. Sebagai informasi, AirAsia, maskapai penerbangan bertarif murah dan tanpa embel-embel yang terkemuka di Asia Tenggara, berhasil bekerjasama dengan Shin Corporation di Thailand untuk pengoperasian rute domestik dan penerbangan internasional dari Bangkok International Airport.
Pada 30 Agustus 2004, AAIL memasuki kerjasama penjualan dan pembayaran untuk pengambilalihan saham AWAIR. Pada September 2004, AWAIR memperoleh ijin dari Badan Koordinasi Penanam Modal untuk mempengaruhi rencana perubahan kepemilikan saham AWAIR. Para pemegang saham AWAIR menyetujui masuknya AAIL sebagai pemegang saham baru, begitu juga penunjukkan Tony Fernandes, Group Chief Executive Officer AirAsia dan Kamarudin Bin Meranun, Executive Director, Corporate Finance and Strategic Planning AirAsia, sebagai anggota baru dari dewan komisaris AWAIR. Pada bulan Desember 2004 dengan tim manajemen yang baru, AWAIR telah dibentuk ulang mengikuti model bisnis penerbangan berbiaya rendah dan diluncurkan kembali sebagai maskapai penerbangan bertarif rendah dan tanpa embel-embel untuk melayani rute domestik di Indonesia. Kemudian pada tanggal 1 Desember 2005, PT. AWAIR International mengganti nama perusahaannya menjadi PT. Indonesia AirAsia.

BATAVIA AIR

TENTANG KAMI

Batavia Air mulai beroperasi pada tanggal 5 Januari 2002, dan tokoh dibelakang berdirinya perusahaan penerbangan ini adalah Bapak Yudiawan Tansari. Selaku Presiden Direktur beliau memulai Batavia Air dengan satu buah pesawat Fokker F28 dan dua buah Boeing 737-200. Batavia Air adalah perusahaan penerbangan nasional pertama yang mengoperasikan pesawat Airbus A-319 sejak Januari 2006. Batavia Air saat ini mengoperasikan lebih dari 150 penerbangan setiap harinya dan melayani 29 kota tujuan di Indonesia serta Guangzhou-Cina dan Kuching-Malaysia. Batavia Air memiliki 36 pesawat yang terdiri dari pesawat Boeing 737-200, 737-300, 737-400, Airbus A-319 dan Airbus A-320. Trust Us To Fly, telah menjadi slogan yang menginspirasi para Pilot, Pramugari, dan tenaga-tenaga profesional Batavia Air dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan.

JADWAL PENERBANGAN MASKAPAI BATAVIA AIR(FROM JOG )

  1. JOG JKT 06:40-07:40 7P 322–DIRECT FLT
  2. JOG JKT 17:25-18:25 7P 326–DIRECT FLT
  3. JOG MES 08:30-12:30 7P 567–VIA BATAM
  4. JOG BTH 08:30-10:30 7P 567–DIRECT FLT
  5. JOG BPN 16:20-17:20 7P 323–DIRECT FLT

Data data di atas di sunting dari : http://www.batavia-air.co.id/

Untuk informasi dan reservasi tiket silahkan hubungi batavia air call center atau TAMALIA TOUR AND TRAVEL,PH:0274-553378/7490606

Contact person:081328687823 co purwanto

MERPATI

SEJARAH SINGKAT

P.N. Merpati didirikan berdasarkan Peraturan pemerintah Nomor 19 Tahun 1962 yang merupakan tonggak sejarah perkembangan angkutan udara di anah Air. Pada bulan November 1958, Perdana Menteri Indonesia Ir. H. Djuanda secara resmi membuka “Jembatan Udara Kalimantan”. Pada perkembangannya, “Jembatan Udara Kalimantan” ini terbukti telah maju dengan pesat. Kenyataan tersebut telah mendasari keputusan perlunya untuk dibentuk suatu perusahaan negara di bidang jasa transportasi udara antar daerah di Indonesia. Maka, sejak 6 September 1962, secara resmi berdirilah P.N. Merpati.Tugas utama P.N. Merpati Nusantara adalah menyelenggarakan perhubungan udara di daerah-daerah dan penerbangan serba guna, serta memajukan segala sesuatu yang berkaitan dengan angkutan udara dalam arti seluas-luasnya. Aset pertama perusahaan terdiri dari : empat pesawat De Havilland Otter DHC-3 dan dua Dakota DC-3 milik AURI. Dengan modal awal ini, P.N. Merpati Nusantara berusaha keras untuk ikut serta membangun perekonomian nasional dalam bidang perhubungan udara dengan mengutamakan kepentingan rakyat.Pada awal tahun 1963, ketika Irian jaya diserahkan oleh pemerintah Belanda kepada Pemerintah Indonesia, NV. De Kroonduif yang merupakan perusahaan penerbangan Belanda di Irian Jaya ikut pula diserahkan kepada Garuda Indonesia Airways, termasuk enam pesawat, yang terdiri dari tiga buah Dakota DC-3, dua Twin Pioneer dan sebuah beaver. Karena Garuda lebih memusatkan perhatian pada pengembangan usahanya sebagai flag carrier, maka semua konsesi penerbangan dan fasilitas teknisnya di Irian Jaya dilimpahkan kepada merpati. Pada tahun yang sama, Merpati memperluas jaringan operasinya dengan menghubungkan Jakarta-Semarang, Jakarta-Tanjung Karang dan palangkaraya-Balikpapan disamping membuka rute baru di Irian jaya.Pada tahun 1969, Merpati dibagi dalam dua daerah operasi, yakni Operasi MIB (Merpati irian barat) dan MOB (Merpati Operasi Barat), yang mencakup jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Sejalan dengan itu, Merpati pun memasuki babak baru dengan berganti nama menjadi Merpati Nusantara Airlines (MNA). Bagaikan tuah keberuntungan, sejak saat itu MNA menjadi nama yang begitu mengena di hati masyarakat luas. Mulai tahun 1970, Merpati tidak hanya mampu mengembangkan operasinya dengan menerbangi rute-rute jarak pendek, melainkan juga rute-rute jarak menengah dan jauh. Perluasan operasi ini berhasil dengan baik. Merpati mulai melayani Penerbangan Regional (lintas batas) yakni rute Pontianak-Kuching dan Palembang-Singapura, juga Kupang-Darwin. Pada tahun 1974, Penerbangan Perintis yang disubsidi pemerintah secara resmi diserahkan pula kepada Merpati.Sederet keberhasilan dan prestasi Merpati ternyata berbuah kepercayaan. Peran positif Merpati sebagai moda transportasi udara, yang didukung kemantapan manajemen dan Keuangan, mendorong pemerintah untuk menjadikan merpati sebagai perusahaan perseroan (PT). Berdasarkan peraturan pemerintah nomor 70 tahun 1971, status perusahaan merpati diubah menjadi PT Merpati Nusantara Airlines, terhitung sejak 6 September 1975.Tahun 1975-1978, Merpati merintis operasi berskala lebih besar dengan mengambil bagian dalam penerbangan haji dan penerbangan transmigrasi. Disamping itu merpati juga membantu pengembangan pariwisata dengan melakukan penerbangan borongan internasional (charter flight), misalnya Manila – Denpasar pp, mengunakan pesawat BAC-111, dan Loas Angeles-Depasar PP, memakai Boeing 707.Berdasarkan pengaturan pemerintah nomor 30 tahun 1978, pemerintah memutuskan untuk mengalihkan penguasaan modal negara di PT Merpati Nusantara Airlines ke PT Garuda Indonesia Airways (GIA). Dengan pengalihan ini, Merpati sebagai anak perusahaan PT GIA, diserahi tugas melayani penerbangan perintis, penerbangan lintas batas, penerbanagan transmigrasi, penerbangan borongan domestik dan internasional, serta kegiatan lainnya.Tugas yang diemban Merpati tentunya perlu mendapat dukungan fasilitas yang memadai. Salah satunya adalah bengkel perawatan pesawatterbang (workshop) di bandara Hasanuddin Ujungpandang , yang diresmikan pada tangal 8 Oktober 1979. Sejalan dengan perkembangan perusahaan, perawatan fasilitas pesawat yang ada di Ujung pandang dipindahkan ke Surabaya. Pada tahun 1991, diresmikanlah pusat perawatan pesawat (Merpati Maintenance Facility) di bandara Juanda, Surabaya, sebagai salah satu fasilitas perawatan pesawat terbesar di Asia Tenggara, untuk kelas propeller (pesawat baling-baling).Era penerbangan internasional dirasakan oleh merpati sebagai tuntutan kebutuhan yang kian mendesak. Maka, pada bulan Agustus 1996, Merpati membuka rute international jakarta-Melbourne. Dengan perkembangan seperti ini, adalah wajar jika kemudian pemerintah menetapkan PT Merpati Nusantara Airlines terpisah dari induknya, Garuda Indonesia, dan menjadi perseroan terbatas yang mandiri dibawah naungan departemen Perhubungan. Pemisahan ini ditetapkan dengan peraturan pemerintah nomor 10 Tahun 1997, tertanggal 29 April 1997.Sebagai badan usaha milik negara (BUMN), kini merpati berusaha mengoptimalkan peran intinya sebagai”commercial air transportation”. Didasari kebijakan pemerintah untuk mendayagunakan BUMN, Merpati sudah menjadwalkan untuk melaksanakn program restrukturisasi, profitisasi, dan privatisasi. Maka, yang sekarang diupayakan adalah implementasi program restruturisasi agar tercapai target Merpati Nusantara Airlines, sesuai dengan visi dan misi yang dideklarasikan manajemen menjadi Airlines Pilihan Utama di Indonesia.

VISI PERUSAHAAN

Menjadi Airlines Pilihan Utama Di Indonesia

MISI PERUSAHAAN

Menyelenggarakan jasa angkutan udara yang mengutamakan keselamatan, ketepatan waktu dan pelayanan yang prima dengan sentuhan keramah-tamahan.
Memaksimalkan pertumbuhan nilai Perusahaan, efisien dan mensejahterakan pegawai sesuai standar airline.
Menjadikan Perusahaan sebagai centre of execellence dan mitra yang dipercaya.
Memaksimalkan nilai perusahaan dengan menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance, yaitu : TARIF (Tranparancy,Accountabillity, Responsibility, Independent, dan Fairness)

JADWAL PENERBANGAN MASKAPAI MERPATI NUSANTARA

  1. JOG UPG 06:00-08:45 MZ 708 DAILY -DIRECT FLIGHT
  2. JOG DJJ 06:00-15:00 MZ 708 DAILY-VIA UPG
  3. JOG MKW 06:00-14:05 MZ 708 DAILY-VIA UPG
  4. JOG SOQ 06:00-12:40 MZ 708 DAILY-VIA UPG
  5. JOG PLW 06:00-15:00 MZ 708 DAILY-VIA UPG
  6. JOG TTE 06:00-12:15 MZ708 DAILY-VIA UPG

Data data di atas di sunting dari:https://www.merpati.co.id/Default.aspx

Untuk informasi dan reservasi tiket silahkan hubungi TAMALIA TOUR AND TRAVEL,PH:0274-553378/7490606

Contact Person:081328687823 co purwanto

LION AIR

Tentang Kami

Lion Air mulai mengangkasa dari Indonesia pada tahun 2000 dengan satu buah pesawat dalam armadanya. Selama delapan tahun beroperasi, Lion Air kini terbang ke lebih dari 36 kota di Indonesia dan banyak tujuan-tujuan penerbangan lainnya, seperti Singapura, Malaysia dan Vietnam dengan armada Boeing 737-900ER yang baru.
Sebagai perusahaan transportasi swasta yang terbesar di Indonesia, kami bukan hanya menawarkan harga yang terjangkau kepada penumpang kami, namun juga perjalanan udara yang aman, menyenangkan, dapat diandalkan dan nyaman.
Pelayanan yang konsisten, keselamatan dan keamanan merupakan pondasi dasar dari segala hal di Lion Air.
Komitmen dan dedikasi kami dalam mengaplikasikan pondasi-pondasi tersebut tercermin dalam kesuksesan maskapai kami.
Sejak berdiri di tahun 2000, kami telah mengambil banyak langkah penting dalam mengusahakan harga tiket yang terjangkau bagi lebih banyak penumpang di Asia. Lihatlah batu loncatan kami dan temukan kesuksesan maskapai penerbangan domestik Indonesia yang terbesar ini.
Lion Air diresmikan sebagai ketua Konferensi Internasional Asia Pacific Regional Aviation (ARA) yang diadakan di Singapura pada tanggal 19 November 2003.
Lion Air memperoleh “Best Brand Award 2004” dari SWA, sebuah majalah marketing yang terbit di Indonesia. Hasil ini diperoleh oleh Marketing Research Specialist (MARS) berdasarkan survey yang dilakukan pada 6.000 orang di 5 kota besar di Indonesia. Lion Air meraih indeks sebesar 33.6% dalam kemampuan atau potensial dari sebuah produk untuk menambah jumlah penumpang di masa depan.
Lion Air ditetapkan sebagai maskapai penerbangan resmi Miss Universe dan Puteri Indonesia 2004.
Lion Air menyewakan pesawatnya dan mengirimkan kru dan teknisinya ke Myanmar dalam rangka membantu mendirikan Myanmar Airlines.
Lion Air ditetapkan sebagai maskapai penerbangan resmi untuk Miss Asean 2005.
Lion Air merupakan pembeli perdana dan merupakan operator terbesar Boeing 737-900ER, anggota terbaru jenis Boeing’s Next Generation 737.

Di Lion Air, kami akan selalu memberikan sesuatu yang spesial karena kami berkeyakinan untuk menghargai uang yang telah anda keluarkan dan memberikan pelayanan berkualitas.

JADWAL PENERBANGAN MASKAPAI LION AIR( FROM JOG)

  1. JOG JKT 07:00-08:00 JT 561
  2. JOG JKT 07:50-08:50 JT 563
  3. JOG JKT 09:10-10:10 JT 553
  4. JOG JKT 11:40-12:40 JT 559
  5. JOG JKT 14:50-15:50 JT 557
  6. JOG JKT 16:35-17:35 JT 551
  7. JOG JKT 18:45-17:45 JT 555
  8. JOG DPS 20:00-22:35 JT 568
  9. JOG SUB 06:00-06:50 JT 8560—OP BY WINGS AIR

data data di atas di sunting dari:http://www.lionair.co.id

Untuk informasi dan reservasi tiket silahkan hubungi lion air call center atau di TAMALIA TOUR AND TRAVEL,ph:0274-553378/7490606

contact person:081328687823 co purwanto

GARUDA INDONESIA

The history of Garuda Indonesia is intertwined with that of the nation and the struggle for independence.
Commercial aviation in the Republic of Indonesia began on 26 January 1949 from Calcutta to Rangoon, the aircraft was a Douglas DC-3 Dakota RI 001 named Seulawah (Gold Mountain). The aircraft was donated by the people of Aceh to help in the campaign for independence.
Seulawah was joined by two other DC3s (RI-007 and 009) in the final year of independence struggle. A victory flight occurred on Seulawah occurred from Yogyakarta to Jakarta on 28 December 1949.
Three months later on 31 March 31 1950, Garuda Indonesian Airways was officially incorporated. Later that year, in recognition of the help it had received, the airline presented the government of Burma with a RI-007 as a gift from the people of Indonesia.
By the end of 1950, Garuda had 38 aircraft – 22 DC3s, eight Catalina seaplanes and eight Convair 240s. In 1953, the fleet grew to 46 with the addition of eight Convair 340s, and in 1954 fourteen De Havilland Herons were added. The Catalina flying boats were taken out of service in 1955.
Garuda Indonesia commenced passenger service to Bali in 1951 using Douglas Dakota DC-3 aircraft. The first Denpasar-Sydney service on Garuda Indonesia was in 1969 using Douglas DC-8 aircraft. Over the years, Bali has been consistently voted “The Best Island in the World”, and the airline has played an integral role in developing Bali as an international tourist destination.
The historic Asian African Conference was held in Bandung, West Java on 19 April 1955. Garuda Indonesian Airways was the official airline for flying delegates from 29 countries, including Heads of State, into Kemayoran Airport, North Jakarta, before they took the journey to Bandung. In April 2005, the 50th Anniversary of the Asian African Conference was celebrated. Garuda Indonesia became the “Official Carrier” flying the 75 Heads of State from Halim Perdana Kusuma Airport in Jakarta to the ceremonies in Bandung including Mr Kofi Annan Secretary General of the United Nations.
In June 1956, the first Haj flight of over 40 Indonesian pilgrims to Saudia Arabia, occurred on a Convair-340 operated by Garuda Indonesia Airways. Today the airline flies over 100,000 Haj pilgrims to Jeddah from Indonesia annually.
In 1961, turbo-prop Lockheed Electras joined the fleet, enabling the launch of a service to Hong Kong.
In 1965, Garuda Indonesia was the first airline from South East Asia to offer intercontinental jet service from Jakarta to Amsterdam via Colombo, Bombay, Rome, and Prague. The flight was operated b the technologically advanced Convair 990A aircraft. The four-engine jet was the first commercial airliner to be equipped with turbofan engines. The Convair 990A still holds the record as the world’s fastest sub-sonic civil airliner.
In 1969, Fokker F-27 turboprop aircraft went into service on domestic routes and two DC9s were delivered. Two jet F28s were added in 1971 and by 1980 Garuda had 24 DC9s and 33 F28s. The first of its DC10s were delivered in 1976, and the first of six Boeing 747-200s arrived in 1980. Then in 1983, came the A300 Airbuses, followed at the end of the 80s and early 90s by A300-600, B737-300s, MD11s and B737-400s.
From the early 1970’s to the mid 1980’s, Garuda Indonesia operated the largest fleet Fokker Fellowship F-28 twinjets in the world. At one point, the Fokker F-28 fleet consisted of 42 aircraft, including the Mk-1000 from 1971, the Mk-3000 from 1976, and the Mk-4000 the most advanced version from 1984. The F-28’s ended their service on 5 April 2001 with Garuda Indonesia and transferred to Citilink, the low cost carrier of Garuda Indonesia.
Garuda Indonesia became an all jet airline in 1977, when the last of the Fokker Friendship F-27 turboprop aircraft were replaced by the Fokker Fellowship F-28 Mk-3000 twinjets. The fleet consisted of four wide-bodied Douglas DC-10 aircraft, three Douglas DC-8’s, Eighteen Douglas DC-9’s, and thirty two Fokker F-28’s. The all jet fleet allowed Garuda Indonesia to offer a new level of comfort and reliability across the Indonesian archipelago and beyond.
In 1980 the first of Boeing B747-200 jumbo jet aircraft was delivered. By 1984 the fleet consisted of 4 Boeing 747-200’s, 6 Douglas DC-10’s, 9 Airbus A300-B4 (Forward Facing Crew Cockpit), 24 Douglas DC-9s and 36 Fokker Fellowship F-28.
On 21 January 1982, Garuda Indonesia was the first airline to operate an Airbus A300-B4 FFCC (Forward Facing Crew Cockpit) using a specially designed two -man analog flight deck, this was the forerunner to two-man glass cockpits used on all modern aircraft today.
In 1985 the Garuda Maintenance Facility at Soekarno-Hatta International Airport and the Garuda Training Centre in West Jakarta were established.
In August 2009, Garuda Indonesia will accept delivery of the first of 50 Boeing B737-800NG (Next Generation) aircraft to meet future demands of the ever-changing travel marketplace. In 2011, Garuda Indonesia will take delivery of the first of 10 Boeing B777-300 ER (Extended Range) aircraft, which can fly 365 passengers (typical three class seating) 14,685 kilometers nonstop.

JADWAL KEBERANGKATAN PENERBANGAN GARUDA INDONESIA

NO FROM TO DEP ARR FLT NUMBER
——————————————————————–

  1. JOG JKT 07:15 08:20 GA 203
  2. JOG JKT 09:20 10:25 GA 205
  3. JOG JKT 11:35 12:40 GA 207
  4. JOG JKT 12:35 13:40 GA 209
  5. JOG JKT 14:25 15:30 GA 211
  6. JOG JKT 16:10 17:15 GA 213
  7. JOG JKT 18:36 19:40 GA 215
  8. JOG JKT 20:10 21:15 GA 217
  9. JOG DPS 12:55 15:10 GA 252
  10. JOGDPS 19:10 21:25 GA 254
  11. JOG KUL 11:40 15:10 GA 967

Data data di atas di sunting dari: http://www.garuda-indonesia.com/

Untuk informasi dan reservasi selengkap nya silahkan hubungi garuda call center atau TAMALIA TOUR AND TRAVEL ,Ph:0274-553378/7490606

SRIWIJAYA AIR

SEJARAH
Didirikan oleh Bp Chandra Lie, Bp Hendry Lie, Bp Johanes B, dan Bp Andy Halim dengan bentuk kepemilikan usaha adalah 100% swasta murni. Dengan bermodalkan armada 1 (satu) pesawat B737-200 pada tanggal 10 Nov 2003 Sriwijaya Air berhasil melakukan penerbangan perdana dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang-Jakarta, Jakarta-Palembang-Jakarta, Jakarta-Jambi- Jakarta dan Jakarta-Pontianak-Jakarta. Hingga Saat ini PT. Sriwijaya Air telah memiliki 16 Armada dengan lebih dari 31 kota tujuan domestic dan 1 kota tujuan internasional. Dan dalam waktu dekat akan menambah 10 Armada Boeing 737 seri 300 dan seri 400 guna menambah rute baru , frekuensi penerbangan domestic dan internasional.Keamanan dan kenyamanan merupakan faktor yang sangat penting dan mutlak dalam dunia penerbangan dan Sriwijaya Air sangat memperhatikan aspek tersebut diatas segalanya. Perawatan pesawat dilakukan oleh PT. ANI (Aero Nusantara Indonesia) sesuai dengan standar Operational Maintenance International yang dilakukan oleh tenaga ahli professional dengan melakukan pengecekan harian maupun berkala untuk memastikan pesawat tetap dalam kondisi terbaik. Dalam hal pelayanan, Sriwijaya Air memberikan pelayanan dan kenyamanan bagi setiap penumpang secara istimewa karena kepuasan penumpang menjadi prioritas utama dan kebahagian bagi kami. Meals pada setiap penerbangan, Surat kabar, Majalah Sriwijaya Air dan Sky shop yang akan menemani perjalanan anda terasa menyenangkan. Pastikan perjalanan Anda bersama kami…your flying partner.
data di atas di sunting dari:http://profiles.friendster.com/55628258
maaf untuk saat ini sriwjaya belum melayani penerbangan dari atau pun ke yogyakarta…….untuk info lebih lanjut mengenai rute penerbangan sriwijaya dan reservasi tiket nya bisa hub.ke Sriwijaya call center atau di TAMALIA TOUR AND TRAVEL,PH:0274-553378/7490606
cp.081328687823 co purwanto

EXPRESS AIR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s